Selasa, 11 Maret 2014

“Gerakan Gizi 1000 Hari Menuju Indonesia Prima” Dinkes Kab.OKI 2014

Tanggal 25 Januari 2014 adalah Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke 62, dan tema yang diusung untuk indonesia
 
Gizi Baik, kunci keberhasilan pelaksanaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)

Tujuan
Tujuan HGN menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan Gizi pada 1000 hari pertama kehidupan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sehingga kehidupan anak bangsa menjadi lebih baik.
Dengan gerakan ini pemerintah Kabupaten OKI  khusus Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kab.OKI dan seluruh lintas Sektor terkait diharapkan punya satu keyakinan yang sama untuk  membangun OKI yang lebih baik.

 Apa yang dimaksud dengan Gerakan Gizi 1000 hari?
 
Maksud dari 1000 hari pada tema tersebut di atas ialah 1000 hari pertama kehidupan anak. Dihitung mulai dari anak masih dalam kandungan (9 bulan 10 hari = 280 hari) dan sampai anak tersebut berusia 2 tahun (720 hari), dengan catatan 1 bulan=30 hari.
Jika 1000 hari tersebut dibagi berdasarkan tahapan kehidupan anak, maka titik kritis yang harus diperhatikan pada seorang anak ialah : Masih dalam kandungan = 280 hari, Umur 0-6 bulan = 180 hari, Umur 6-8 bulan = 60 hari, Umur 8-12 bulan = 120 hari dan Umur 12-24 bulan = 360 hari
Berdasarkan uraian tersebut, maka diharapkan semua penggiat gizi memfokuskan program mereka pada ke-5 titik kritis tersebut untuk mencapai tujuan yaitu Indonesia Prima

 Mengapa 1000 hari?
 
Perlu anda ketahui bahwa berdasarkan hasil penelitian Shrimpton et. al., (2001) yang berjudul “Worldwide Timing of Growth Faltering: Implications for Nutritional Interventions”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa status gizi seorang anak berdasarkan  indeks berat badan menurut umur (BB/U) cenderung mengalami penurunan pada saat ia memasuki usia 3 bulan dan terus mengalami penurunan yang sangat cepat sampai ia berusia 12 bulan dan mulai melambat pada umur 18-19 bulan. Sedangkan berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), penurunan dimulai sekitar umur 3 bulan sampai umur 15 bulan.
Jika penggiat gizi melakukan intervensi setelah anak berumur 2 tahun, maka intervensi tersebut sangat tidak efektif, karena kondisi anak mulai memburuk jauh sebelum anak berusia 2 tahun dan bersifat irreversible. Bukan berarti anak umur 2 tahun ke atas tidak butuh perhatian, akan tetapi konsep ini berbicara tentang skala prioritas. Beberapa ahli mengatakan bahwa periode umur anak dibawah 2 tahun dikenal denganperiode emasatau “Window of Opportunity”.
Jadi, untuk medapatkan generasi yang sehat dan kuat dan mewujudkan Indonesia prima, maka skala prioritas program ialah mulai anak masih dalam kandungan sampai ia berumur 2 tahun.
Apa yang harus dilakukan?
Jika pada rentang usia tersebut anak mendapatkan asupan gizi yang optimal maka penurunan status gizi anak bisa dicegah sejak awal.
Ada beberapa hal yang bisakitalakukan, antara lain adalah:
Periode dalam kandungan (280 hari)
Pastikan ibu memiliki status gizi baik sebelum dan selama hamil, tidak mengalami kurang energi kronik (KEK) dan anemia
Selama hamil ibu mengonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan, porsi kecil tapi sering jau lebih baik serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah
Suplemen tablet besi (Fe), asam folat, vitamin C sangat dibutuhkan untuk menjaga ibu dari kemungkinan mengalami anemia
Ibu harus memeriksakan kehamilan secara rutin
Memasuki kehamilan trimester ke-3, sebaiknya ibu dan suami sudah mendapatkan informasi tentang menyusui, seperti manfaat menyusui, posisi dan teknik menyusui yang tepat, cara menangani masalah-masalah yang muncul saat menyusui (seperti puting lecet, ASI tidak keluar dll)
Periode 0-6 bulan (180 hari)
Semua anak yang lahir harus mendapatkan Inisiasi Menyusui Dini
Pemberian ASI Eksklusif
Membantu ibu mengatasi masalah-masalah yang timbul selama menyusui dengan menyediakan Hotline atau nomor telepon yang bisa dihubungi 24 jam oleh ibu jika ia mengalami masalah dan membutuhkan bantuan.
Beri dukungan ke ibu untuk memberikan ASI Eksklusif
Memantau pertumbuhan secara teratur
Periode 6-24 bulan (540 hari)
Pastikan ibu mengetahui jenis dan bentuk (konsistensi) makanan serta frekuensi pemberian makanan yang tepat diberikan pada periode ini
Ajarkan ke ibu transisi pemberian makan mulai dari makanan cair atau lumat (6-8 bulan), lembek dan lunak/semi padat (8-12 bulan) dan padat (12-24 bulan)
Dukung ibu untuk terus memberikan ASI sampai periode ini
Ajarkan ibu untuk mengolah dan memilih makanan yang murah dan bernilai gizi tinggi
Memantau pertumbuhan dan memeriksakan kesehatan anak secara teratur
  
 
Selamat Hari Gizi Nasional. Selamatkan gizi anak saat awal kandungan hingga anak berumur 2 tahun.
Semoga Allah SWT meridhoi setiap usaha baik kita. Amin.