Tampilkan postingan dengan label Tips Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Diet. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Februari 2011

Makanan Pencuri Waktu Tidur


shutterstock
Sulit tidur dan berpikir mengunyah camilan di malam hari? Berpikirlah dua kali. Mengapa? Sebab memilih camilan yang salah malah bisa menjauhkan kita dari mendapatkan mimpi yang indah, seperti di bawah ini :

1. Makanan yang diawetkan. Lebih baik pukul tangan kita sebelum mereka membuat ham sandwich untuk teman di malam hari. Ham, daging asap, dan sosis yang diawetkan mengandung kadar asam amino tyramine yang dapat memicu otak melepaskan norepinephrin, yaitu perangsang otak untuk selalu waspada.

2. Cokelat. Suka menyeruput secangkir cokelat di malam hari? Coba ganti dengan susu hangat yang dapat memberikan relaksasi. Ketika semakin tua, banyak orang menjadi semakin sensitif terhadap kafein, bahkan kehadiran sedikit cokelat (choco chip) dalam es krim bisa membuat kita tetap tersadar, Cokelat juga mengandung tyrosine yang menstimulasi asam amino.

3. Minuman berenergi. Memiliki kadar kafein dan asam amino taurine yang tinggi, yang mampu meningkatkan kewaspadaan dan adrenalin kita. Beberapa studi menunjukkan meski kita mengonsumsi minuman berenergi di pagi hari, kombinasi kafein dan taurin dengan dosis tinggi bisa membuat kita sulit menutup mata dan memiliki tidur yang lelap nantinya.

4. Saus tomat, cabai, dan makanan pedas lainnya. Gangguan pencernaan merupakan sumber dari masalah tidur, namun banyak orang yang gagal membuat koneksi diantara kedua hal ini. Makanan asam dan pedas bisa menyebabkan perut mulas dan gejala pengganggu tidur lainnya. (Astrid Anastasia)

Sumber : Prevention Indonesia
Dari : Healthkompas.com
Editor: Lusia Kus Anna  

Senin, 07 Februari 2011

Ingin Latihan Mengurangi Karbo?


SHUTTERSTOCK
Konsumsi karbohidrat dari makanan berkisar 50-60 persen dari total kalori.
KOMPAS.com —  Hingga kini, jika kita berbicara mengenai program diet sehat, karbohidrat masih menjadi topik yang sering diperdebatkan. Sebagian ahli berpendapat, karbohidrat atau karbo adalah pemicu utama kenaikan berat badan. Sementara pakar yang lain mengatakan, tak mungkin meniadakan karbo dalam asupan makanan sehari-hari.

Marla Heller, MS, RD, ahli gizi dari American Dietic Association, adalah pakar yang menyakini bahwa karbo tetap dibutuhkan oleh tubuh. ”Tubuh dan otak kita tetap memerlukan karbo untuk beraktivitas setiap hari. Pilihlah karbohidrat kompleks yang kaya serat agar kita dapat merasa kenyang lebih lama,” ujarnya.

Makanan yang tergolong karbohidrat kompleks adalah produk gandum utuh, kedelai, sayuran, serta buah-buahan. Ini adalah makanan dengan julukan karbohidrat baik. Orang yang rajin mengonsumsi makanan ini umumnya akan memiliki kadar gula darah yang normal. Adapun karbo yang buruk adalah makanan mengandung banyak gula atau pemanis buatan, serta kacang-kacangan yang telah diolah.

Solusi idealnya bagi kita yang tengah menurunkan berat badan adalah dengan menerapkan gizi seimbang. Perbandingannya, konsumsi karbohidrat dari makanan berkisar 50-60 persen dari total kalori, lemak sekitar 30 persen, dan sisanya adalah protein.

Pilihlah karbo yang nilai indek glikemiknya rendah, seperti nasi merah, produk gandum murni, jagung, sayur, dan buah-buahan, demikian anjuran dari Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, Ketua Program Studi Doktor Departemen Ilmu Gizi FKUI dan Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia. (Prevention Indonesia Online/Christina/Siagian Priska)

Sumber : HealthKompas.com

Kamis, 03 Februari 2011

Mag, Ngemil Tiap Tiga jam

Gastritis atau sakit mag bisa dibilang penyakit sejuta umat. Gangguan lambung itu tak bisa sembuh total, namun bisa diatasi agar tidak kambuh-kambuhan.

dr. Fuad Bakri, SpPD, KGEH mengatakan bahwa gastritis bisa diklasifikasikan menjadi tiga. Yakni gastritis gastropi, spesifik dan kronis atau nonerosif. Gastritis gastrofi lebih disebabkan konsumsi obat-obatan yang bersifat korosif (misalnya, aspirin). Sedangkan gastristis spesifik disebabkan adanya infeksi baik bakteri, virus, dan jamur, serta penyakit yang mengganggu pencernaan. Sementara gastritis kronis disebabkan stres dan pola makan kacau. "Yang paling penting agar terhindar dari sakit mag adalah mengatur pola makan." saran Fuad.

Menurut Divisi Gastroenterohepatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari RS Dr. Mohammad Hoesin/FK Unsri Palembang ini, disiplin makan tepat waktu dan hindari stres yang akan memacu produksi asam lambung. Ada pula beberapa makanan dan obat-obatan yang merusak sistem pencernaan.

"Jika kena serangan sakit mag kronis, hindari konsumsi makanan keras dulu. Awali dengan minuman hangat seperti teh atau susu hangat. Fungsinya menetralkan asam lambung." ujarnya.

Kemudian, secara bertahap, diberikan sup, lalu boleh makan makanana lunak (bubur atau lontong) dengan interval 2 - 3 jam. Hindari mengonsumsi makanan yang merangsang asam lambung dan memproduksi gas, misalnya brokoli, kol, asparagus, nanas, durian, dan nangka. Sebaiknya mengonsumsi buah yang lunak dan bersifat mendinginkan perut seperti pepaya, melon, atau apel manis. Usahakan makan 3 kali sehari ditambah 2 kali snack sehat. "Sebaiknya setiap 2 - 3 jam ngemil. Intinya, porsi kecil tapi padat gizi. Roti, puding, buah, crackers, atau biskuit adalah contoh snack yang sehat." ungkap Fuad.

Ditambahkannya, makanan asam, pedas, minuman bersoda, berkafein, dan beralkohol harus dihindari karena bisa melukai lambung dan merangsang asam lambung.

Sumber :
Sumatera Ekpress Ed. Kamis, 3 Februari 2011.

Sabtu, 29 Januari 2011

Bolehkah Mengurangi Nasi Saat Hamil?

Senin, 19 April 2010 | 18:24 WIB
SHUTTERSTOCK
Pengaturan pola makan memang sangat penting bagi ibu hamil. 
KOMPAS.com - Salah satu hal yang paling dikhawatirkan perempuan yang tengah hamil adalah bagaimana cara membuat dirinya kembali langsing usai melahirkan. Banyak perempuan yang menganggap hal ini suatu pemikiran yang egois, mengingat Anda toh melakukannya demi si kecil. Namun, bagaimana pun juga, hal itu juga suatu perasaan yang wajar.

Agar kita tak terjebak makan berlebihan dan membuat bobot naik lebih dari 20 kg (ditambah lagi Anda bisa terkena risiko diabetes gestasional), bolehkah kita mengurangi asupan karbohidrat? Berapa sih asupan karbohidrat yang dianggap aman dan sehat untuk ibu hamil? Apakah diet semacam ini diperbolehkan?

Mengurangi karbohidrat memang menjadi fokus perhatian banyak perempuan, tak terkecuali ketika sedang mengandung. Namun menurut Michelle Moss, penulis buku elektronik Pregnancy Without Pounds, sebaiknya Anda memang tidak menyingkirkan satu kelompok makanan pun dari pola makan Anda, khususnya selama kehamilan.

Hal itu tidak berarti Anda lalu bebas mengonsumsi nasi, kentang goreng, pasta, pizza, cakes, dan cookies. "Yang dimaksud adalah bahwa Anda seharusnya mencoba mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk karbohidrat berkualitas baik. Hal ini untuk memastikan Anda maupun bayi di dalam kandungan terpenuhi nutrisinya," ujar Moss.

Boleh-boleh saja Anda menjalankan diet rendah karbohidrat, selama jumlahnya masih cukup untuk mendukung perkembangan bayi dan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda sendiri. Karbohidrat menyediakan gizi, protein, dan lemak sehat untuk si bayi. Mengurangi terlalu banyak karbohidrat bisa membahayakan kehamilan, karena karbo diperlukan bersama dengan lemak untuk menghasilkan energi bagi ibu hamil. Tanpa jumlah karbohidrat berkualitas baik yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan lemaknya dalam cara yang normal, sehingga ada pemecahan lemak yang tidak sempurna (disebut ketones). Ketika ketones terakumulasi dalam darah dan urine, hal itu menyebabkan ketosis –kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan retardasi mental pada janin.

Karbohidrat berkualitas baik antara lain nasi merah dan bubur oats dari gandum utuh. Yang perlu dikurangi adalah karbohidrat berbahan dasar tepung, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta putih. Kurangi juga makanan yang mengandung lemak dan gula. Nasi merah mengandung serat lebih banyak daripada nasi putih, sehingga hal ini bisa membantu Anda mencegah sembelit.

Karbohidrat sebaiknya juga selalu ditemani dengan sayuran dan protein untuk memastikan keseimbangan gizinya. Misalnya, nasi merah dengan tumis ayam dan sayuran. Atau, ayam rebus dan salad. Jangan lupakan juga asupan buah-buahan untuk menjaga kebutuhan serat.

Mengurangi karbohidrat tidak akan baik jika Anda mengalami kadar gula rendah. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat justru menyebabkan kadar gula naik, dan meningkatkan risiko diabetes gestasional (diabetes yang terjadi selama kehamilan). Intinya adalah, makanlah dalam jumlah secukupnya.
Sumber : Divine Caroline
dari : kompas.com

Kamis, 20 Januari 2011

Agar Tetap Langsing Meski Doyan Nasi

Senin, 1 November 2010 | 16:49 WIB
SHUTTERSTOCK
Boleh kok, makan nasi putih, tetapi batasi porsinya hingga seperempat dari piring Anda saja.
TERKAIT:
    KOMPAS.com — Makanan utama kebanyakan orang Indonesia adalah nasi, kita tak bisa mengingkari hal tersebut. Jadi daripada berjuang mati-matian untuk menghindari makanan ini untuk mencegah kegemukan, lebih baik Anda berdamai dengannya. Dengan memilih jenis karbohidrat yang tepat, Anda bisa tetap kenyang, meningkatkan energi, hingga membakar kalori. Anda hanya perlu mengikuti empat aturan dasar agar bisa tetap menikmati karbohidrat, dan membuat tubuh tetap langsing.

    Pilih jenis karbohidrat yang tepat
    Pertama-tama, Anda perlu memilih jenis karbohidrat yang tepat agar bisa menjaga berat badan. Dalam hal ini, Anda perlu memilih karbohidrat jenis resistant starch (RS), yang mengandung serat larut. Tidak seperti karbohidrat lain yang dicerna dengan cepat, atau setidaknya dicerna lebih lambat (seperti pada nasi merah), RS bisa langsung memasuki usus kecil tanpa dicerna sama sekali.

    RS bisa ditemukan pada produk gandum utuh (oats, sereal, roti gandum, beras merah, dan pasta gandum), kacang-kacangan, dan buah yang belum matang betul, seperti pisang. Memasak dan membiarkan karbohidrat menjadi dingin sebelum dikonsumsi juga bisa meningkatkan kandungan RS-nya hingga 5 persen, seperti nasi putih, nasi sushi, salad pasta, atau salad kentang rebus.

    Seimbangkan piring Anda
    Siapa yang bisa menikmati iga sapi penyet atau campuran terong balado, ikan tongkol, dan perkedel jagung tanpa nasi? Jika Anda memang tidak bisa makan tanpa nasi, boleh saja menikmati nasi dengan lauk-pauknya. Syaratnya, hanya menyeimbangkan komposisi pada piring Anda. Nasi sebaiknya hanya menempati seperempat bagian dari piring Anda, sedangkan tiga perempat sisanya bisa diisi dengan makanan yang bisa membantu menurunkan berat badan Anda, seperti daging tanpa lemak, produk olahan susu rendah lemak, sayuran, kacang-kacangan, dan ikan-ikanan yang mengandung lemak sehat, dan buah-buahan.

    Kurangi porsinya
    Menyambung konsep tentang komposisi piring di atas, Anda bisa tetap mengonsumsi nasi atau karbohidrat lain setiap kali makan. Namun, Anda harus mengurangi porsinya. Misalnya, apabila pada siang hari Anda butuh makan sedikit lebih banyak,  Anda hanya boleh makan nasi sedikit  pada pagi dan malam hari. Kurangi juga porsi dagingnya. Tak suka nasi merah? Boleh kok, tetap makan nasi putih. Kuncinya hanya mengurangi porsinya, kok.

    Jangan menghalangi diri Anda
    Anda suka makan cake cokelat, donat, atau keripik kentang? Tak perlu memusuhi semua makanan ini sama sekali. Sebab, apabila Anda menghalangi diri dari makanan favorit Anda, akhirnya Anda hanya akan ngidam makanan tersebut, bahkan dalam jumlah yang lebih banyak. Anda bisa tetap mengonsumsinya, tetapi hanya untuk memuaskan rasa ingin saja, bukan untuk membuat perut Anda kenyang. Maka sepotong donat dengan sedikit taburan gula bubuk sih, boleh saja. Ingatlah bahwa makanan-makanan ini —termasuk keripik kentang—mengandung kalori yang tinggi. Belum lagi bahan baku lain pada cake yang bisa meningkatkan kadar kolesterol.
    Sumber : health
    dari http://health.kompas.com

    Rabu, 19 Januari 2011

    Inilah Tanda-tanda Kekurangan Omega 3

    Senin, 11 Januari 2010 | 15:06 WIB
    KOMPAS/RATIH P SUDARSONO
    Warna kuning telur dari telur ayam berpakan suplemen omega-3 nampak berbeda mencolok dengan kuning telur dari telur ayam biasa. Berdasarkan kipas warna kuning telur (yolk colour fan) pengukur warna kuning telur, warna kuning telur ayam beromega-3 ternyata 13 sampai 14 atau lebih pekat dari kuning telur ayam biasa yang di angka 7-8.
    KOMPAS.com - Perlukah kita mengonsumsi asam lemak omega 3? Tentu, dong. Asam lemak ini penting untuk pembentukan membran sel, juga menjaga kesehatan saraf dan jantung.

    Studi-studi ilmiah asam lemak omega 3 membuktikan bahwa tanpa asam lemak ini tubuh rentan terkena alergi dan artritis. Penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker juga mengintai kesehatan kita, jika cadangan asam lemak omega 3 dalam tubuh mulai menipis.

    Berikut ini sinyal dari tubuh yang menandakan kekurangan asam lemak omega 3:

    1.    Ingin menyantap makanan berlemak.

    2.    Terdapat akumulasi kotoran seperti lilin dalam telinga.

    3.    Pusing terkena sinar matahari.

    4.    Kaki kram seusai berjalan.

    5.    Bahu terasa kaku.

    6.    Kuku rapuh.

    7.    Mudah marah.

    8.    Penyembuhan luka lambat.

    9.    Infeksi jamur vagina.

    10.    Inflamasi kronis.

    11.    Kulit kering dan ketombe. @diy

    Sumber :
    health.kompas.com

    Jumat, 14 Januari 2011

    Makan Ikan Goreng Malah Picu Stroke?

    Kamis, 23 Desember 2010 | 15:04 WIB

    shutterstock

      Kompas.com - Para ahli nutrisi selalu menyarankan tiga jenis makanan sehat yang wajib dikonsumsi yakni buah, sayur, dan ikan. Tapi, apakah ikan yang diolah dengan cara digoreng termasuk dalam makanan sehat?

      Ternyata tidak. Paling tidak menurut sebuah penelitian yang melihat kaitan antara konsumsi ikan dan penyakit stroke. Survei yang dilakukan di wilayah yang disebut "sabuk stroke" di Amerika, yakni Carolina, Arkansas dan Lousiana, karena tingginya penderita stroke di daerah ini, menemukan mayoritas penduduk rutin makan ikan, tapi diolah dengan cara digoreng.

      Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang memasok nutrisi ke otak terhambat akibat sumbatan di pembuluh darah. Akibatnya sel-sel saraf yang butuh oksigen menjadi mati. Semua faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, misalnya hipertensi dan kolesterol tinggi, juga bisa menyebabkan stroke.

      Menurut penelitian, 32 persen penduduk di wilayah "sabuk stroke" mengonsumsi ikan goreng dua kali seminggu, bahkan lebih, dibanding penduduk di wilayah lainnya.

      Dr.Fadi Nahab, direktur program stroke dari Emory University Hospital, menyebutkan menggoreng akan menyebabkan manfaat pencegahan stroke dari ikan ikut hilang.

      Sebuah studi yang dilakukan di Spanyol menemukan, ketika digoreng kandungan asam lemak tidak jenuh omega-3 yang terdapat dalam ikan akan menghilang dan digantikan oleh lemak yang tidak sehat. Hal ini terutama pada ikan laut dalam, seperti ikan salmon. Pada ikan jenis lain, penurunan omega-3 yang terjadi memang tidak sebanyak ikan laut dalam.

      "Mengonsumsi ikan saja tidak cukup. Yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan," kata Nahab. Alih-alih digoreng, ia menyarankan agar ikan dikukus, dibakar, atau dibuat sup.
      Sumber : TIME.com