Tampilkan postingan dengan label Pedoman Umum Gizi Seimbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedoman Umum Gizi Seimbang. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

PESAN KETIGA BELAS PUGS : BACALAH LABEL PADA MAKANAN YANG DIKEMAS


      LABEL pada makanan yang dikemas adalah keterangan tentang isi, jenis dan ukuran bahan-bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kedaluwarsa dan keterangan penting lain. Air minum dalam kemasan, yang banyak beredar di pasaran, telah diproses sesuai dengan ketentuan pemerintah dan memenuhi syarat-syarat kesehatan.

    Peraturan perundang-undangan menetapkan, bahwa setiap produk makanan yang dikemas harus mencantumkan keterangan pada label.

     Semua keterangan yang rinci pada label makanan yang dikemas sangat membantu konsumen pada saat memilih dan menggunakan makanan tersebut, sesuai kebutuhan gizi dan keadaan kesehatan konsumen.

      Beberapa singkatan yang lazim digunakan dalam label antara lain:
  • MD      =    makanan yang dibuat di dalam negeri 
  • ML      =    makanan luar negeri (import)
  • Exp    =    tanggal kedaluwarsa, artinya batas waktu makanan tersebut masih layak dikonsumsi.    Sesudah tanggal tersebut, makanan tidak layak dikonsumsi. 
  • SNI     =    Standar Nasional Indonesia, yakni keterangan bahwa mutu makanan telah sesuai dengan persyaratan. 
  • SP       =    Sertifikat Penyuluhan.



Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Minggu, 16 Januari 2011

PESAN KEDUA BELAS PUGS : MAKANLAH MAKANAN YANG AMAN BAGI KESEHATAN


     SELAIN harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus juga layak konsumsi, sehingga aman bagi kesehatan. Makanan yang aman adalah makanan yang bebas dari kuman dan bahan kimia berbahaya, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat.
          
        Makanan yang tidak bertentangan dengan keyakinan atau norma agama dikenal dengan istilah “halal”.

     Selama ini, konsep “halal” yang lazim dipergunakan dalam kaidah agama islam, sering diartikan secara sempit, Anggapan bahwa semua makanan dan minuman yang tidak mengandung unsur alkohol dan daging babi dianggap halal. Padahal konsep makanan halal dalam arti luas, selain tidak beralkohol dan bukan daging babi, adalah makanan yang harus diolah atau dipersiapkan secara hygienis, sehingga tidak mengandung cemaran yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

      Agar makanan atau masakan dapat memenuhi syarat-syarat halal dan aman untuk dikonsumsi, maka sejak bahan makanan tersebut ditanam/diternakan sampai siap disantap, maka makanan harus diperlakukan secara baik dan benar. Perlakuan ini pada tahap budidaya disebut cara budidaya yang baik. Pada tahap pengolahan di pabrik disebut cara produksi yang baik, dan pada tahap pengolahan di rumah tangga disebut cara penanganan yang baik.






     Sejak pengolahan dan pengemasan di pabrik sampai makanan diangkut dan dipasarkan ke tingkat pengecer/pedagang atau langsung ke konsumen, harus dilakukan dengan cara baik dan benar.  Sedangkan cara penanganan makanan yang baik di rumah tangga meliputi cara-cara:  mempersiapkan, menyimpan, mencuci, mengolah/memasak, menyimpan  makanan matang, yang baik dan benar.

      Dengan penyelenggaraan seperti tersebut di atas makanan akan terhindar dari kemungkinan tercemar kuman-kuman dan bahan kimia yang membahayakan kesehatan manusia.

     Menurut ilmu gizi, makanan yang aman harus pula memenuhi syarat “wholesome”. Artinya, zat-zat gizi tidak banyak yang hilang, dan bentuk fisiknya masih utuh. Kecuali apabila makanan yang akan diolah sengaja diubah bentuk fisiknya (misalnya ikan dijadikan tepung, dll.).
     
      Tanda-tanda umum bagi makanan yang tidak aman bagi kesehatan antara lain: berlendir, berjamur, aroma dan rasa atau warna makanan berubah. Khusus untuk makanan olahan pabrik, bila melewati tanggal daluwarsa, atau terjadi karat/kerusakan pada kemasan, makanan kaleng tersebut harus segera dimusnahkan. Sebaiknya, makanan dengan tanda-tanda tersebut tidak dibeli dan tidak dikonsumsi, meskipun harganya sangat murah. Tanda lain dari makanan yang tidak memenuhi syarat aman, adalah bila dalam pengolahannya ditambahkan bahan tambahan berbahaya, seperti asam borax/bleng, formalin, zat pewarna rhodamin B dan methanil yellow, seperti banyak dijumpai pada makanan jajanan pasar. Oleh karena itu, produsen jajanan pasar perlu diberi penyuluhan.




       Penggunaan borax,  bleng dan formalin menyebabkan makanan tahan lebih lama dan lebih elastis/kenyal. Misalnya, tahu tahan lebih dari dua hari bila dibiarkan pada suhu ruangan. Makanan jajanan pasar yang bewarna cerah menunjukan tanda adanya penggunaan zat pewarna berbahaya. 

      Bahan makanan yang diberi warna kuning, bila ditetesi air kapur sirih tidak berubah warnanya menjadi ungu, pertanda makanan tersebut menggunakan zat pewarna berbahaya, yaitu methanil yelow.

    Cara mengolah atau meracik makanan yang tidak benar juga dapat mengancam kesehatan dan keselamatan konsumen. Misalnya merebus air minum dan susu segar, yang tidak dipanaskan sampai mendidih akan sangat berbahaya bila diminum, karena kuman-kuman berbahaya masih dapat hidup. Kuman akan mati bila dipanaskan sampai mendidih.




Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Sabtu, 15 Januari 2011

PESAN KESEBELAS PUGS : HINDARI MINUM MINUMAN BERALKOHOL



  

 
     SEORANG yang minum minuman beralkohol akan sering buang air kecil sehingga menimbulkan rasa haus. Orang ini akan mengatasi rasa hausnya dengan minum minuman beralkohol lagi. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat gizi lain.

      Kebiasaan minum minuman beralkohol dapat mengakibatkan;

      1.   terhambatnya proses penyerapan zat gizi,
      2.   hilangnya zat-zat gizi yang penting, meskipun orang tersebut mengkonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup,
      3.   kurang gizi,
      4.   penyakit gangguan hati,
      5.   kerusakan saraf otak dan jaringan,

             Di samping itu, minum minuman beralkohol dapat menyebabkan ketagihan dan kehilangan kendali diri. Hal ini dapat menjadi faktor pencetus ke arah tindak kriminal.

 
Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2000

Minggu, 09 Januari 2011

PESAN KESEMBILAN PUGS : MINUMLAH AIR BERSIH, AMAN YANG CUKUP JUMLAHNYA

     Air minum harus bersih dan aman. Aman berarti bersih dan bebas kuman. Untuk mendapat-kannya, air minum harus dididihkan terlebih dahulu.

      Fungsi air dalam tubuh adalah:
      -     melancarkan transportasi zat gizi dalam tubuh
      -     mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh
      -     mengatur suhu tubuh
      -     melancarkan dalam proses buang air besar dan kecil.

      Untuk memenuhi fungsi tersebut di atas, cairan yang dikonsumsi seseorang, terutama air minum, sekurang-kurangnya dua liter atau setara dengan delapan gelas setiap hari. Selain itu, mengkonsumsi cukup cairan dapat mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, dan dapat menurunkan risiko penyakit batu ginjal.




Mengkonsumsi cairan yang tidak terjamin keamanannya dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare dan keracunan berbagai senyawa kimia yang terdapat pada air. Menentukan kebutuhan air minum dengan mengandalkan rasa haus tidak sepenuhnya benar. Contoh, seseorang yang bekerja di ruang AC tidak merasa haus, padahal yang bersangkutan seharusnya memerlukan cairan lebih banyak dibanding ketika ia bekerja di ruang tanpa AC.

      Pada kondisi tertentu seperti, suhu udara tinggi dan kelembaban udara rendah, terjadi banyak penguapan cairan tubuh seseorang. Tetapi biasanya yang bersangkutan tidak merasa haus. Oleh karena itu, jika tidak mengkonsumsi banyak cairan, maka yang bersangkutan akan menderita dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh. Keadaan demikian dapat berakibat yang bersangkutan menderita heat stroke, pingsan atau tewas akibat sengatan udara panas.


Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

PESAN KESEPULUH PUGS : LAKUKAN AKTIVITAS FISIK DAN OLAHRAGA SECARA TERATUR



     AKTIVITAS fisik bermanfaat bagi setiap orang. Karena dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.

       Seseorang yang sehat dapat melakukan aktivitas fisik setiap hari tanpa kelelahan yang berarti. Olah raga harus dilakukan secara teratur. Macam dan takaran olah raga berbeda menurut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan.

      Ketidakseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dan aktivitas fisik, banyak dijumpai di kalangan tertentu. Misalnya di kalangan para eksekutif. Kesibukan kerja, cenderung memaksa para eksekutif tidak melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengkonsumsi makanan tidak sesuai dengan kebutuhannya.
      Kegiatan rutin pergi ketempat kerja dapat dijadikan sebagai suatu aktivitas yang sangat membantu untuk mencapai berat badan yang normal. Biasakan jalan kaki untuk jarak tempuh + 50 – 100 m misalnya mencapai lokasi kendaraan jemputan. Apabila jarak tempat tinggal dengan tempat bekerja sekitar 200 – 300 m usahakan jalan kaki.



Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Sabtu, 08 Januari 2011

PESAN KEDELAPAN PUGS : BIASAKAN MAKAN PAGI

           MAKAN pagi atau sarapan sangat bermanfaat bagi setiap orang.Bagi orang dewasa, makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja dan meningkatkan produktivitas kerja. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi lebih baik.

      Membiasakan makan pagi pada anak memang terasa sulit. Adanya citra makan pagi sebagai suatu   kegiatan yang dirasakan menjengkelkan perlu diubah menjadi salah satu kebiasaan yang disukainya. 

      Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengubah citra tersebut adalah sebagai berikut: 
  • Anak-anak perlu dibiasakan bangun lebih pagi, agar tersedia waktu yang cukup untuk makan pagi. 
  • Para orang tua hendaknya memberi contoh yang baik, yaitu membiasakan makan pagi. 
  • Pada saat makan pagi, sebaiknya anak ditemani oleh salah seorang anggota keluarg
  •  Orang tua dan guru hendaknya tidak bosan mengingatkan anak untuk selalu makan pagi, dan memberi penjelasan mengenai manfaat makan pagi. 
  • Bagi anak yang tidak sempat makan pagi, sebaiknya makanan dibawa ke sekolah. 
  • Untuk membiasakan anak-anak yg belum biasa makan pagi, perlu memakai cara bertahap. Mula-mula diberikan makan pagi dengan takaran (porsi) sedikit. Kemudian, secara bertahap, porsi makanan ditambah sesuai dengan anjuran.
          Kebiasaan makan pagi juga membantu seseorang untuk memenuhi kecukupan gizinya sehari-hari. Jenis hidangan untuk makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan. Namun akan lebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.

          Seseorang yang tidak makan pagi memiliki risiko menderita gangguan kesehatan berupa menurunnya kadar gula darah dengan tanda-tanda antara lain : lemah, keluar keringat dingin, kesadaran menurun bahkan pingsan. Bagi anak sekolah, kondisi ini menyebabkan merosotnya konsentrasi belajar yang mengakibatkan menurunnya prestasi belajar. Bagi pekerja akan menurunkan produktivitas kerja.
          Kebiasaan seseorang menghindari makan pagi dengan tujuan untuk menurunkan berat badan, jelas merupakan kekeliruan yang dapat mengganggu kondisi kesehatan. Antara lain berupa gangguan pada saluran pencernaan.

          Bagi seseorang yang tidak sempat makan pagi di rumah, agar tetap mengupayakan makan pagi di tempat lain yang memungkinkan.


Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Jumat, 07 Januari 2011

PESAN KETUJUH PUGS : BERIKAN ASI SAJA PADA BAYI SAMPAI UMUR 6 BULAN DAN TAMBAHKAN MP-ASI SESUDAHNYA

     Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. tidak ada satu pun makanan lain yang dapat menggantikan ASI, karena ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek, yaitu : aspek gizi, aspek kekebalan dan aspek kejiwaan, berupa jalinan kasih sayang yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak.

     Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari ASI, maka ASI harus diberikan kepada bayi sesegera mungkin setelah dilahirkan (dalam waktu 30 menit setelah lahir), karena daya isap bayi pada saat itu paling kuat untuk merangsang produksi ASI selanjutnya.

     ASI yang keluar pertama kali sampai beberapa hari setela persalinan disebut kolostrum. Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A yang tinggi, lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Oleh karena itu, kolestrum harus diberikan kepada bayi. Sekalipun produksi ASI pada hari-hari pertama baru sedikit, namun mencukupi kebutuhan bayi. Hindari pemberian air gula, air tajin, dan makanan pralaktal lainnya (sebelum ASI lancar diproduksi).

     Pada usia 0 - 6 bulan, bayi hanya diberi ASI saja (pemberian ASI Eksklusif), karena produksi ASI pada periode tersebut sudah mencukupi bayi untuk tumbuh kembang yang sehat. Pemberian makanan selain ASI pada umur 0 - 6 bulan dapat membahayakan bayi, karena bayi belum mampu memproduksi enzim untuk mencerna makanan selain ASI. Apabila pada periode ini, bayi dipaksa menerima makan selain ASI, maka timbul gangguan kesehatan pada bayi, seperti diare, alergi dan bahaya lain yang fatal. Tanda bahwa ASI Eksklusif memenuhi kebutuhan bayi antara lain : bayi tidak rewel, dan tumbuh sesuai grafik Kartu Menuju Sehat (KMS).

     Asi Eksklusif yaitu pemberian air susu ibu saja tanpa campuran cairan atau makanan lain. Agar pemberian ASI eksklusif dapat berhasil, selain tidak memberikan susu formula, perlu pula diperhatikan cara menyusui yang baik dan benar, yaitu tidak dijadwal, ASI diberikan sesering mungkin, termasuk menyusui pada malam hari. Ibu menggunakan payudara kanan dan kiri secara bergantian tiap kali menyusui. Disamping itu posisi ibu bisa duduk atau tiduran dengan suasana tenang dan santai. Bayi dipeluk dengan posisi menghadap ibu. Isapan mulut bayi pada puting susu ibu harus baik, yaitu sebagian besar areola (bagian hitam sekitar puting) harus masuk seluruhnya ke mulut bayi.

     Apabila payudara tersa penuh dan bayi belum menghisap secara efektif, sebaiknya seluruh ASI dikeluarkan dengan menggunakan tangan yang bersih.

     Keadaan gizi ibu yang baik selama hamil dan menyusui, serta persiapan psikologis selama kehamilan, akan menunjang keberhasilan menyusui.

     Seorang ibu yang menyusui harus menjaga ketenangan pikiran, menghindari kelelahan, membuang rasa khawatir yang berlebihan, dan percaya diri bahwa ASI-nya mencukupi untuk kebutuhan bayi.

     Kegagalan pemberian ASI eksklusif akan menyebabkan berkurangnya jumlah sl-sel otak bayi sebanyak 15-20 %, sehingga menghambat perkembangan kecerdasan bayi pada tahap selanjutnya.

     Apabila ibu menghadapi masalah seperti :
  • grafik pertumbuhan berat badan bayi tidak sesuai KMS,
  • puting lecet, payudara bengkak,
  • puting terbenam dan lain-lain
dianjurkan untuk tettap menyusui  sebelum dan sesusah bekerja. Ditempat kerja, ibu dapat mengeluarkan ASI-nya dengan tangan, dan disimpan dalam wadah bersih, tertutup, dan selanjutnya diberikan kepada bayinya saat ibu pulang ke rumah. ASI yang dikeluarkan tadi dapat disimpan dan tidak rusak selama 6 jam pada suhu kamar, atau selama 24 jam dalam lemari es. Apabila bayi/anak sakit, tetap teruskan menyusui dan berikan MO-ASI lebih cair/lunak.
     MP_ASI adalah makanan atau mnuman yang mengandung gizi yang diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya selain ASI setelah umur 6 bulan. Pada umur 6 bulan, bayi terus minum ASI dan mulai diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), MP-ASI berbentuk lumat dan setengah cair. Ingat, berikan ASI dulu baru MP-ASI.

     Pada umur 6-9 bulan, kualitas kantitas MP-ASI perlu diperhatikan. MP-ASI diberikan sesuai umur bayi, minimal 3x sehari. Porsi MP-ASI setiap kali makan sebagai berikut :
  •  Pada umur 6 bulan, berikan minimal 6 sendok makan
  •  Pada umur 7 bulan, berikan minimal 7 sendok makan
  • Pada umur 8 dan 9 bulan, berturut-turut berikan 8 dan 9 sendok makan
     Sejak umur 10 bulan, makanan keluarga perlu diperkenalkan kepada bayi, agar pada umur 12 bulan, bayi sudah dapat  makan bersama keluarga. Porsi makanan anak 12 bulan kira-kira separuh porsi orang dewasa. Pemberian ASI tetap diteruskan sampai berumur 2 tahun. Makanan selingan yang bergizi tinggi (bubur kacang hijau, biskuit, pepaya/jeruk) perlu diberikan.

     Pada umur 23 bulan, secara bertahap anak perlu disapih. Antara lain dengan menjarangkan waktu menyusui.

Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Selasa, 04 Januari 2011

PESAN KEENAM PUGS : MAKANLAH MAKANAN SUMBER ZAT BESI

     Zat besi adalah salah satu unsur pentng dalam proses pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah diperoleh dari makanan. Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara  berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah.

     Anemia Gizi Besi (AGB) terutama banyak diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui, dan wanita usia subur umumnya, karena fungsi kodrati. Peristiwa kodrati wanita adalah haid, hamil, melahirkan dan menyusui yang menyebabkan kebutuhan Fe atau zat besi relatif lebih tinggi ketimbang kelompok lain. Kelompok lain rawan AGB adalah anak balita, anak usia sekolah, dan buruh serta tenaga kerja berpenghasilan rendah.

     Sumber utama zat besi adalah bahan pangan hewani darn kacang-kacangan serta sayuran berwarna hijau tua. Kesulitan utama untuk memenuhi kebutuhan Fe adalah rendahnya tingkat penyerapan zat besi di dalam tubuh, terutama sumber zat besi nabati hanya diserap 1-2 %. Sedangkan tingkat penyerapan zat besi pangan asal hewani (haeme) lebih mudah diserap daripada zat besi pangan asal nabati (non haeme).

     Dengan penjelasan di atas, dapat dipahami apabila penderita AGB pada wanita hamil mencepai lebih dari 63 % dan pada balita mencapai 55 %. Hal ini terjadi karena tidak mudah memenuhi kebutuhan zat besi secara alami. Keanekaragaman kosumsi makanan berpera penting dalam membantu meningkatkan penyerapan Fe di dalam tubuh. Kehadiran protein hewani seperti daging, ikan dan telur, vitamin C, Vitamin A, Zink (Zn), asam folat, zat gizi mikro lain dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

     Manfaat lain dari mengonsumsi zat besi adalah terpenuhinya kecukupan vitamin A, karena makanan sumber zat besi biasanya juga merupakan sumber vitamin A.

     Tanda-tanda anemia gizi besi (AGB) antara lain : pucat, lemah lesu, pusing dan penglihatan sering berkunang-kunang. Apabila dilakukan pemeriksaan kadar Hb dalam darah, maka angka Hb kurang dari normal. Adapun ambang batas kadar Hb berbagai kelompok umur adalah sebagai berikut :
  • Anak balita                                       : 11 gram %
  • Anak sekolah                                   : 12 gram %
  • Wanita dewasa                                 : 12 gram %
  • Laki-laki dewasa                             : 13 gram %
  • Ibu hamil dan menyusui                   : 11 gram %
     AGB dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dari tingkat ringan sampai berat. Anemia pada ibu hamil akan menambah risiko pendarahan sebelum dan pada saat persalinan, dan bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya, jika ibu hamil tersebut menderita anemia berat.

     Anemia sedang dan ringan dapat menimbulkan gejala lesu, lelah, pusing, pucat dan penglihatan sering berkunang-kunang. Bila terjadi pada anak sekolah, anemia gzi akan mengurangi kemampuan belajar. Sedangkan pada orang dewasa akan menurunkan produktivitas kerja. Disamping itu, penderita anemia lebih mudah terserang infeksi. Hal ini tentunya sangat menghambat pengembangan kualitas sumber daya manusia.

     Departemen Kesehatan telah melaksanakan proram penanggulangan AGB dengan membagikan tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD) kepada ibu hamil sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan trimester II.

     TTD tersebut mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Sedangkan untuk penanggulangan anemia apda balita diberika preparat besi dalam bentuk sirup. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini dapat menimbulkan gejala-gejala seperti mual, nyeri di daerah lambung dan kadang-kadang terjadi diare atau sulit buang air besar. Untuk mencegah timbulnya gejala di atas, dianjurkan minum tablet/sirup besi setelah makan pada malam hari. Agar penyerapan besi dapat maksimal, dianjurkan minum tablet besi/sirup zat besi dengan air minum yang sudah dimasak.

Tidak perlu cemas, jika setelah minum tablet/sirup besi, kotoran (tinja) akan berwarna hitam. Hal ini sama seklai tidak membahayakan.

     Dengan minum tablet tambah darah (TTD), maka tanda-tanda kurang darah akan menghilang. Bila tidak menghilang, berarti yang bersangkutan bukan menderita AGB, tetapi menderita anemia jenis lain.

Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Senin, 03 Januari 2011

PESAN KELIMA PUGS : GUNAKAN GARAM BERYODIUM

     Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan KIO3 (kalium iodat) sebanyak 30 - 80 ppm. Sesuai keppres No.69 tahun 199, semua garam yang beredar di Indonesia harus mengandung yodium. Kebijaksanaan ini berkaitan erat dengan masih tingginya kejadian Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Indonesia.

     GAKY merupakan masalah gizi yang serius, karena dapat menyebabkan penyakit gondok dan kretin. Kekurangan unsur yodium dalam makanan sehari-hari, dapat pula menurunkan kehilangan 140 juta I.Q. point akibat GAKY. Perhitungan ini didasarkan pada klasifikasi pengurangan I.Q. point sebagai berikut :
  • Kretin (GAKY berat)     =   50 point
  • Gondok                         =     5 point
  • Bayi didaerah GAKY     =   10 point
  • GAKY bentuk lain         =    10 point
Catatan :
  • rata-rata IQ manusia normal = 110 point
  • IQ di bawah 80 point tergolong bodoh
  • IQ point merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam hal berpikir, memecahkan masalah dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
     Seperti halnya anemia gizi besi, anak sekolah yang menderita GAKY biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih lama untuk menyelesaikan tingkat pendidikan formal tertentu. Bahkan mereka yang menderita GAKY tingkat berat (kretin, kreatonoid) tidak mampu menyerap pelajaran pendidikan dasar.

     Berdasarkan penjelasan tersebut, perlu ditumbuhkan kepedulian anak-anak di daerah gondok endemik. Selain mengonsumsi garamberyodium setiap hari, mereka wajib minum kapsul yodium sesuai dosis yang dianjurkan.

Dosis pemberian kapsul yodium adalah sbb :
  • Anak SD (daerah endemik berat)     : 1 kapsul/tahun
Daerah endemik sedang dan berat
  • Wanita Usia Subur (WUS)                 : 2 kapsul/tahun @ 200 mg
  • Ibu hamil                                             : 1 kapsul/tahun
  • Ibu menyusui                                      : 1 kapsul selama menyusui
  • Daerah endemik sedang dan berat  
     Mengingat dalam garam beryodium juga terdapat unsur natrium, maka konsumsi garam beryodium pun harus dibatasi. Kelebihan konsumsi natrium dapat memicu timbulnya penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terjadinya stroke, yaitu pecahnya pembulun darah otak. Stroke merupakan penyebab kematian orang dewasa di atas 40 tahun. Sedangkan penyakit darah tinggi membawa risiko timbulnya penyakit jantung pada kelompok usia dewasa. Karena itu hindari konsumsi garam yang berlebihan. Untuk menghindari pengaruh sampingan dari konsumsi garam beryodium yang berlebihan, maka dianjurkan untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram per orang per hari (2 gram tiap kilokalori), atau satu sendok teh setiap hari.

     Dengan mengonsumsi garam beryodium sekitar 6 gram sehari, kebutuhan yodium dapat terpenuhi, namun ambang batas penggunaan natrium tidak terlampaui. Dalam kondisi tertentu, misalnya keringat yang berlebihan, dianjurkan mengonsumsi garam sampai 10 gram atau dua sendok teh per orang per hari, dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan laut yang kaya yodium.

     Demikian penting manfaat garam beryodium untuk mencegah dan menanggulangi GAKY, maka mutu garam beryodium yang beredar di pasar perlu dipantau. Cara untuk menilai mutu garam beryodium tidak sulit, yaitu Test Kit Yodina yang tersedia di Puskesmas dan Apotik. Ambil garam kira satu sendok teh, kemudian tetesi dengan cairan yodina sebanyak 2 tetes. Warna yang timbul dibandingkan dengan petunjuk warna yang ada pada kit. Garam yang bermutubaik akan menunjukkan warna biru keunguan. Semakin berwarna tua, semakin baik mutu garam.

     Selain itu, pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan singkong parut. Carabya sebagai berikut : singkong (ubi kayu) segar dikupas, diparut dan diperas tanpa diberi air, tuangkan 1 sendok perasan singkong parut ke dalam gelas bersih.  Tambahkan  4-6 sendok teh munjung garam yang akan diperiksa. Tambahkan  2 sendok teh cuka biang berjkadar 25%. Aduk sampai rata, dan tunggu beberapa menit. Apabila timbul warna biru keunguan, bearti garam tersebut mengndung yodium. Semakin berwarna pekat, semakin baik mutu garam. Sebab garam yang tak beryodium tidak akan mengalami perubahan warna setelah diperiksa dengan cauran yodina maupun cairan singkong parut.

     Garam beryodium sebaiknya disimpan di tempat kering, tetutup dan terhindar dari panas dan sinar matahari, karena yodium dapat menguap akibat pemanasan. Pemberian garam pada saat pemasakan dapat menyebabkan yodium menguap saat masakan mendidih.


Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2000

Minggu, 02 Januari 2011

PESAN KEEMPAT PUGS : PILIHLAH MAKANAN BERKADAR LEMAK SEDANG DAN RENDAH LEMAK JENUH

     Lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K serta menambah lezat rasa makanan. Berdasarkan proses pencernaan, lemak digolongkan menjadi 3 yaitu lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda, asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak jenuh. Sedangkan berdasarkan sumbernya digolongkan atas lemak hewani dan lemak nabati.

     Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal umumnya berasal dari makanan nabati atau tergolong lemak nabati yaitu seperti minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari dan lain-lain.  asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat pada minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari lebih dianjurkan untuk dikonsumsi karena paling mudah dicerna dan menurunkan resiko tingginya kadar lemak total darah dan risiko penyakit jantung. Sedangkan minyak kelapa dianjurkan untuk lebih sedikit digunakan. 

     Pemakaian atau pemanasan yang berulang-ulang akan menyebabkan lemak tak jenuh dapat menjadi jenuh serta tingkat  kejenuhan lemak bertambah tinggi, sehingga dapat menimbulkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Disamping itu, konsumsi minyak yang dipakai berulang diduga dapat menjadi penyebab penyakit kanker (karsinogenik)

     Sedangkan asam lemak jenuh umumnya berasal dari makanan hewani atau tergolong lemak hewani, seperti unta, sapi, kambing dan ayam. Konsumsi lemak hewani yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner. Namun, lemak hewani yang berasal dari ikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner dengan kandungan asam lemak omega 3 yang dapat mencegah penyumbatan lemak pada pembuluh darah.
     
     Lemak menghasilkan kalori atau energi yang tinggi bagi tubuh dibandingkan karbohidrat dan protein, dimana tiap gram lemak menghasilkan 9 kilo kalori, dibanding karbohidrat dan protein yang menghasilkan  kilo kalori per gram. Lemak juga relatif lebih lama berada dalam sistem pencernaan dibandingkan karbohidrat dan protein, sehingga lemak menimbulkan rasa kenyang lebih lama.

     Jika seseorang mengkonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain, yang berakibat kebutuhan zat gizi lain tidak terpenuhi. Dianjurkan, konsumsi lemak dan minyak dalam makanan sehari-hari tidak lebih dari 25% kebutuhan energi.

Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.

Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Sabtu, 01 Januari 2011

Pesan Ketiga PUGS : Makanlah Makanan Sumber Karbohidrat Setengah dari Kebutuhan Energi

Terdapat dua kelompok karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras, jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) dan makanan lainnya seperti tepung, sagu dan pisang, Sedangkan gula, sebagai karbohidrat sederhana tidak mengandung zat gizi lain. Konsumsi gula yang belebihan dapat mengurangi peluang terpenuhinya zat gizi lain.

Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks di dalam tubuh berlangsung lebih lama dari pada karbohidrat sederhana. Sehingga, dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks, orang tidak segera merasa lapar. Sedangkan gula atau karbohidrat sederhana langsung dapat diserap dan dipergunakan tubuh sebagai energi, sehingga cepat menimbulkan rasa lapar.

Berbagai penelitian menyatakan bahwa gula merupakan media yang baik bagi pertumbuhan bakteri yang dapat merusak gigi. Rusaknya gigi oleh bakteri disebut karies. Konsumsi gula dianjurkan sekitar 5% dari jumlah kebutuhan energi perhari atau sekitar 3- sendok makan sehari. Makanan sumber karbohidrat kompleks merupakan sumber energi utama dalam hidangan di Indonesia, seperti : nasi, jagung, sagu dan ubi. Tetapi makanan sumber karbohidrat ini kurang memberikan zat gizi lain yang diperlukan tubuh, oleh karena itu harus dibatasi konsumsinya sekitar 50-60% dari kebutuhan energi. Dengan demikian, kekurangan zat gizi yang lain dapat dipenuhi dari sumber pembangun dan pengatur.

Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.


Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbanng (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Jumat, 31 Desember 2010

Pesan Kedua PUGS : Makanlah Makanan untuk Memenuhi Kecukupan Energi

Setiap orang dianjurkan makan makanan yang cukup mengandung energi, agar dapat hidup dan melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, belajar, berolahraga, berekreasi, kegiatan sosial dan kegiatan yang lain. Kebutuhan energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak. Kecukupan masukan energi bagi seseorang ditandai oleh berat badan yang normal.

Cara mengetahui pertumbuhan berat badan anak balita dan usia sekolah dapat menggunakan KMS, sedangkan untuk mengontrol BB usia lanjut dapat menggunakan KMS usila dan orang dewasa dengan menggunakan Perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Konsumsi energi yang melebihi kecukupan akan dsimpan sebagai cadangan di dalam tubuh berbentuk lemak atau jaringan lain. Apabila keadaan ini berlanjut akan menyebabkan kegemukan disertai berbagai gangguan kesehatan antara lain tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dibetes melitus dan lain-lain.

Sebaliknya, apabila konsumsi energi kurang, maka cadangan energi dalam keadaan tubuh yang berada dalam jaringan otot/lemak akan digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut. Apabila hal ini berlanjut, maka dapat menurunkan daya kerja, prestasi belajar dan kreativitas. Kemudian diikuti oleh menurunnya produktivitas kerja, merosotnya prestasi belajar dan prestasi olahraga.

Konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah kecukupan energi atau sekitar 3-4 sendok makan setiap hari. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, mie, ubi atau jagung dianjurkan tidak melebihi 60% atau 2/3 bagian dari energi yang dibutuhkan. Seseorang yang terlanjur kenyang makan ubi rebus, mi atau nasi saja, akan tidak berusaha lagi untuk mengkonsumsi lauk pauk, sayur dan buah.

Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.

Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

Kamis, 30 Desember 2010

Pesan Pertama PUGS : Makanlah Aneka Ragam Makanan

    Tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya untuk hidup sehat, tumbuh kembnag dan produktif. Oleh karena itu, dianjurka setiap orang untuk mengkonsumsi aneka ragam makanan, kecuali bayi umur 0 - 6 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja.

    Makanan yang beraneka ragam adalah makanan yang mengandung unsur-unsur yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantitasnya, yaitu yaitu yang pertama adalah makanan sumber zat tenaga (karbohidrat), seperti beras, ubi, jagung, kentang dan gandum, yang kita kenal sebagai makanan pokok. kisamping itu sumber zat tenaga juga dapat diperoleh melalui makanan sumber lemak seperti santan dan minyak. 
    Unsur yang kedua adalah zat pembangun (protein) yang berperan sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan kecerdasan, kekebalan dan penyembuhan tubuh. Sumber protein banyak terdapat dalam  bahan makanan  hewani seperti daging sapi, kambing, ayam, ikan dan lain-lain, serta sumber protein nabati  seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
    Unsur ketiga adalah zat pengatur (vitamin dan mineral) yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ tubuh. Kekurangan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain.

     Untuk mencapai masukan gizi yang lengkap dan seimbang, kita perlu mengkonsumsi aneka ragam jenis bahan makanan yang memenuhi ketiga unsur gizi di atas. Makanan yang seimbang dan cukup serat (25-35 gram/hari) dapat mencegah atau memperkecil kemungkinan terjadinya penyakit degenaratif, seperti misalnya : jantung  koroner, darah tinggi, diabetes melitus, dan lain sebagainya.  Sebaliknya, dengan mengkonsumsi hanya satu jenis makanan dalam jangka waktu relatif lama, dapat mengakibatkan berbagai penyakit kekurangan gizi atau gangguan kesehatan.

Lihat juga pesan lain pada 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang

Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003

PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG


     Salah satu rekomendasi dari kongres gizi internasional di Roma pada tahun 1992 adalah anjuran agar setiap negara agar menyusun pedoman umum gizi seimbang sebagai upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal. Di Indonesia, pada tahun 1950-an pernah dirperkenalkan pedoman 4 sehat 5 sempurna yang samapi sekarang masih dikenal oleh sebagian anak sekolah dasar. Slogan  4 sehat 5 sempurna saat ini sebenarnya adalah merupakan bentuk implementasi pedoman umum gizi seimbang tersebut.

     Dalam pedoman umum gizi seimbang terdapat 13 pesan dasar yang perlu diperhatikan dan dapat dijadikan pedoman bagi setiap penduduk. Ketigabelas pesan dasar gizi seimbang tersebut adalah:




Sumber :
Buku Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas)
Dirjen Kesmas Dit Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan Tahun 2003